Jatinom, 5-6 Juli 2025 – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jatinom sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqom yang diikuti oleh perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Jatinom. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (5-6 Juli 2025) bertempat di Masjid Al Azhar, Puluhan, Jatinom, Klaten sebagai Masjid Bidikan Masjid percontohan di Jatinom.
Sebanyak 83 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang merupakan utusan dari seluruh PRM di wilayah Jatinom. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan, pemahaman ideologi, serta komitmen kader dalam menggerakkan Muhammadiyah di tingkat ranting.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber penting, di antaranya:
H. Rusdi Santoso, S.Ag. Narasumber dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten.
H. Ismadi, S.Pd., M.M. dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jatinom.
Ruswanto, STP., MP. sebagai perwakilan dari PDM Klaten.
Dalam sesi pembekalan, H. Rusdi Santoso menyampaikan pesan mendalam,
“Sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti.”
Pesan ini menjadi pengingat agar kader Muhammadiyah selalu siap menyiapkan generasi penerus yang tangguh dan berkelanjutan.

Sementara itu, H. Ismadi mengingatkan kepada seluruh peserta,
“Cintailah Muhammadiyah bukan karena ada apa-apanya, tetapi karena apa adanya.”
Sebuah motivasi agar kecintaan terhadap Muhammadiyah tetap tulus dan ikhlas dalam berjuang.

Ketua MPKSDI PCM Jatinom, Hardi Supriyanto, dalam prakatanya menyampaikan bahwa Baitul Arqom ini adalah wadah pembekalan kepemimpinan bagi pengurus ranting Muhammadiyah, sehingga dapat menjadi penggerak yang solid dan terampil dalam menjalankan roda organisasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi PCM Jatinom untuk memperkuat dan meregenerasi kepemimpinan di tingkat ranting agar selalu siap menghadapi tantangan zaman serta mampu membawa Muhammadiyah semakin maju dan berdaya guna di masyarakat.

Kegiatan selama dua hari ini diisi dengan materi penguatan ideologi Muhammadiyah, pembekalan kepemimpinan, serta diskusi yang membangun kesadaran kader tentang pentingnya regenerasi dan kecintaan pada persyarikatan, dan di hari kedua ditutup dengan Outbound yang menarik dan terasa semangat untuk membuat peserta semakin menggugah mengikuti acara.(Kangsri/mpi)




