Jatinom, 30 November 2025 –Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jatinom kembali berkontribusi dalam memberdayakan para petani dan masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk dan Pestisida Organik, yang diselenggarakan pada Ahad, 30 November 2025. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah di Jatinom.

Acara pelatihan ini diikuti oleh ± 60 peserta, dari utusan perwakilan semua PRM yang ada di Jatinom. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan-bahan alam menjadi pupuk dan pestisida ramah lingkungan. Metode ini diharapkan dapat menjadi solusi murah, mudah, dan aman untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya biaya produksi dan ketergantungan petani terhadap bahan kimia.
Hadir sebagai narasumber utama dalam pelatihan ini:
1. Widodo, S.P. ( penyuluh pertanian Klaten)
2. H. Edy Kisyanto ( Guru pembuat Pupuk Organik Jatinom)


Keduanya menyampaikan materi secara lugas dan aplikatif, mulai dari teori manfaat pupuk dan pestisida organik, pemilihan bahan baku alami, hingga praktik langsung proses pembuatan. Peserta juga dibekali modul dan paket bahan pelatihan sebagai pendukung pembelajaran.Suasana pelatihan tampak hangat dan penuh dialog aktif. Para peserta menunjukkan ketertarikan tinggi dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan seputar kendala di lapangan serta peluang pengembangan produk organik sebagai usaha produktif.Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Muhammadiyah melalui MPM PCM Jatinom dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Output dari pelatihan diharapkan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi mampu diaplikasikan dan dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian warga. Dengan terselenggaranya agenda ini, Muhammadiyah Jatinom berharap lahir petani-petani kreatif, mandiri, serta berdaya saing, khususnya dalam bidang pertanian organik yang lebih sehat dan berkelanjutan.Terlihat para peserta mengikuti sesi dengan serius, membawa alat tulis dan paket pelatihan yang telah disiapkan panitia. Ruangan dipenuhi suasana semangat belajar dan kebersamaan, mempertegas bahwa sinergi masyarakat adalah kunci pemberdayaan yang berkelanjutan.Semoga ilmu yang diterima menjadi manfaat yang luas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatinom dan sekitarnya. ( Kangsri/mpi)




