Jatinom – Senin, 6 Maret 2023, Pelatihan Penanggulangan Kedaruratan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disasterr Plan) diadakan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Jatinom mulai pukul 08.00 sampai dengan selesai. Hospital Disasterr Plan adalah kegiatan perencanaan dari Rumah Sakit untuk menghadapi kejadian bencana, baik perencanaan untuk bencana yang terjadi di dalam Rumah Sakit dan perencanaan Rumah Sakit dalam menghadapi bencana yang terjadi di luar rumah sakit.

Pada kesempatan acara kali ini turut dihadiri Fathul Faruq yang juga merupakan anggota divisi Diklat MDMC Pusat sebagai salah satu nara sumber dalam kegiatan kali ini.
Point materi yang akan disampaikan tentang “Rumah Sakit aman yang komprehensif dan standar rumah sakit aman bencana”

Dalam kegiatan kali ini harapan Ketua MDMC Klaten Bapak H. Firdaus wajdi juga berpesan agar semua karyawan di RSU PKU Muhammadiyah Jatinom bisa memahami dan mengikuti kegiatan ini sampai selesai, untuk sementara ini di klaten baru RSU PKU Muhammadiyah Jatinom dan RSU PKU Muhammadiyah Delanggu yang telah bekerjasama mengikuti kegiatan Hospital Disasterr Plan diharapkan pula untuk Rumah Sakit yang lain juga mengadakan pelatihan yang sama imbuhnya.

Direktur RSU PKU Muhammadiyah Jatinom dr. Nur Haryadi juga berpesan semua karyawan dalam kegiatan kali ini juga harus memahami materi yang disampaikan karena letak geografis Rumah Sakit sendiri kebetulan dekat dengan Merapi yang selama ini masih aktif dan berpotensi menimbulkan Bencana, sehingga jika sesuatu hal yang tidak diingkan terjadi bisa diminimalisir efek terhadap bencana tersebut, besar harapan nanti supaya kedepan bisa saling bekerjasama antara RSU PKU Muhammadiyah Jatinom dan MDMC Klaten.

Pelatihan ini dilaksanakan selama satu hari, Pelatihan dibagi menjadi dua sesi yaitu materi ruang yang diselenggarakan di Ruang Gedung Baru RSU PKU Muhammadiyah Jatinom dan simulasi di gedung baru dan utama. Kegiatan diikuti oleh seluruh karyawan yang pada saat itu sedang tidak bertugas maupun dari jajaran pimpinan managemen, dokter dan perwakilan masing-masing unit. Dengan paradigma pengurangan resiko bencana harapan nantinya pihak Rumah Sakit tidak hanya berfokus pada bagaimana merespon sebuah keadaan darurat, tapi juga mengurangi resiko akibat bencana. Dalam konsep tersebut, Rumah Sakit tetap berfungsi maksimal dalam situasi bencana.




