KLATEN – SMPIT Muhammadiyah An Najah Jatinom telah sukses menggelar acara pelepasan santri kelas 9 angkatan 7 pada hari Sabtu, 21 Juni 2025 di Pendopo Pemkab. Klaten.
Seluruh hadirin dan tamu undangan benar-benar termangu menyaksikan serangkaian acara yang disajikan sesuai tema kegiatan, yaitu “Al-Qur’an sebagai Cahaya Kepemimpinan: menuju Generasi Berintegritas.” Kepala Sekolah, Ustadzah Deni Puji Hartani, S.Pd., Gr., menyampaikan, “Mohon dipersiapkan tampilan santri mulai di setiap program unggulan bisa disesuaikan dengan tema.” Begitu pesan beliau saat mengarahkan seluruh guru dan karyawan dalam persiapan acara tampilan agar sinkron dengan tema besar tersebut.
Pada pelaksanaannya, Pembawa Acara, Ustadzah Ayu Dewi Warastuti, S.Pd., Gr. dan Ustadzah Mustika Nurul, S.Pd. memulai kegiatan dengan sapaan hangat kepada Bapak dan Ibu Walisantri dan tamu undangan. Acara dimulai dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Ustadz Ridwan, guru tahfidz di sekolah ini. Tanpa membawa Al-Qur-an, beliau melantunkan tiga ayat Al-Qur’an dengan hafalan.

Tampilan inti dari kegiatan ini adalah sajian output program unggulan, mulai dari Tahfidz, Multimedia, Sains dan Bilingual. Pembukaan dari rangkaian tampilan ini cukup mencengangkan. Suara lantang menggunakan bahasa Inggris oleh lima santri dari belakang panggung membuat penasaran seluruh wali santri. Mereka membawakan acara dalam tampilan program unggulan menggunakan bahasa Inggris dengan terampil dan komunikatif. Ditunjang kebaya merah maroon yang mereka kenakan menambah anggunnya seorang wanita jawa muslimah. Hipnotisnya juga sampai pada tayangan live streaming di Youtube Channel. “Semangat untuk para MC Bilingual shalihah…”, komentar salah satu viewer.
Sejumlah empat santri berunjuk kebolehan kemampuan hafalan mereka dengan satu surat pilihan yaitu At-Tahrim. Lebih menakjubkan lagi, ananda Syifa, salah satu dari empat santri yang tampil menyampaikan bedah ayat ini secara gamblang di depan seluruh hadirin di ruangan pendopo siang itu.
Science ditampilkan melalui sebuah aksi kepedulian lingkungan. Mengelola limbah minyak goreng jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun adalah kegiatan enam santri selama di panggung. Penonton dibuat terpana dengan eksperimen mereka.
Multimedia menghadirkan tampilan yang berbeda lagi. Augmented Reality, yang sedang banyak dicanangkan untuk dapat diintegrasikan dalam pembelajaran, menjadi praktik yang dilakukan siang itu. Benar-benar mengguncang Pendopo. Enam santri yang telah terampil menggunakan aplikasi ini menyebar ke seluruh tempat duduk hadirin dan tamu undangan. Satu per satu kartu QR code yang telah diperoleh saat registrasi di awal acara tadi discan dan diuji tampilan view 3D nya.

Akhir dari serangkaian tampilan program unggulan ini ditutup dengan jargon meriah. “SMPIT Muhammadiyah An Najah….”, pekik para pembawa acara bilingual. Dan merekapun menjawab dengan ceria dan gerakan khas, “Smart, Integrity, Good Manner”. Riuh tepuk tangan pecah di Pendopo Pemkab. Klaten.

Untuk kedua kalinya dalam akhirussanah ini, SMPIT Muhammadiyah An Najah Jatinom dihadiri Dr. H. Wahono, M.Pd., selaku Ketua Majlis Dikdasmen dan PNF PDM Klaten. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “SMPIT Muhammadiyah An Najah Jatinom ini luar biasa outputnya. Saya duduk dari awal acara sampai menjelang akhir ini menyimak dan ikut mengalir dalam setiap acara.” Selain itu, beliau juga menambahkan, “Tema besar ini menjadi sesuatu yang khas dari An Najah karena saya belum menemukan di acara sejenis di tempat lain.”
Pesan Kesan Walisantri, Santri dan juga Asatidz semakin membuat acara akhirussanah ini sakral dan sarat makna tentang pendidikan di SMPIT Muhammadiyah An Najah Jatinom. Islam Terpadu yang selalu menjadi ciri khas sekolah diharapkan dapat selalu menjadi penguat karakter.

Semoga Angkatan 7 dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi emas. Dua puluh tahun yang akan datang, genap usia Indonesia 100 tahun merdeka, saat itulah pula mereka mulai bekerja. Dengan dasar ilmu agama , pembiasaan akhlak dan pengalaman lain dari berbagai kegiatan berbasis Islam Terpadu yang ilmiah, diharapkan dapat membekali mereka menuju masa depan yang cerah. Secerah Sang Surya yang bersinar menerangi dunia.




