Penarikan KKN STAIM Klaten 2021

Penarikan Mahasiswa KKN Klaten 2021

Jatinom – Sabtu, 01 Mei 2021, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIM) Klaten mengakhiri kegiatan KKN yang telah berlangsung selama 30 hari dengan Penarikan Mahasiswa KKN STAIM Klaten 2021. Hal ini juga dimulainya penarikan seluruh mahasiswa peserta KKN yang tersebar di beberapa cabang Muhammadiyah secara bertahap.

Penarikan dilakukan secara luring oleh masing-masing dosen pembimbing lapangan, untuk KKN Jatinom penarikan dilakukan di Gedung Kesekretariatan PCM Jatinom dengan dihadiri oleh PCM Jatinom, pimpinan ortom tingkat cabang serta majelis dan AUM yang ada di PCM Jatinom.

Bp Sumarna MA. ketika melakukan Penarikan Mahasiswa KKN STAIM 2021
Bp Sumarna MA. ketika melakukan Penarikan Mahasiswa KKN STAIM 2021
Bp Drs. H. Haryadi saat melakukan Sambutan Acara Penarikan KKN
Bp Drs. H. Haryadi saat melakukan Sambutan Acara Penarikan KKN

Melalui program KKN ini diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar melalui keterlibatan secara langsung di masyarakat, memberikan kesempatan untuk mengembangkan pemikiran.

Selain itu, dapat pula untuk meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa kepada masalah yang dihadapi oleh masyarakat, meningkatkan kedewasaan dan kepribadian, meningkatkan daya saing nasional, dan jiwa peneliti, serta memelihara dan meningkatkan hubungan dan kerjasama dengan berbagai pihak.

Penyerahan Tanda Asih STAIM ke pihak PCM
Penyerahan Tanda Asih STAIM ke pihak PCM
Pemberian kenang-kenangan acara Penarikan KKN
Pemberian Kenang-Kenangan Cinderamata KKN STAIM 2021
Penyerahan Kenang-kenangan Sertifikat Website PCM Jatinom ke pihak PCM
Penyerahan Kenang-kenangan Sertifikat Website PCM Jatinom ke pihak PCM

Sebagai program kerja akhir KKN STAIM di PCM Jatinom ditutup dengan peluncuran Website untuk PCM Jatinom sebagai inovasi dalam penyebaran kegiatan dakwah dengan model digital serta peresmian Perpustakaan di Kantor Sekretariat PCM Jatinom.

Pandemi bukan menjadi alasan untuk berhenti hingga mematikan semangat belajar dan menghentikan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Justru sebaliknya, hal ini dapat dijadikan tantangan baru untuk dapat berpikir dan bekerja lebih kreatif serta inovatif lagi.

Baca Juga:  Pengajian Ahad Pagi se-Ranting Glagah Jatinom: Meneguhkan Ukhuwah dan Semangat Dakwah